Rabu, 19 November 2014

ARTIKEL PENYAKIT DAYAK NGAJU MENURUT PANDANGAN KEPERAWATAN




ARTIKEL

Tentang Penyakit Paripit ( Penyakit Dayak Ngaju )

Mata Kuliah : Seni Budaya Lokal



 

          Oleh : Kristina Mensi Eva
            Nim : 2013.C.05a.0495





     EKA HARAP PALANGKA RAYA
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
PROGRAM STUDI S-1 KEPERAWATAN
2013/ 2014













PENGANTAR  

                Pulau kalimatan atau yang biasa di sebut dengan nama “ pulau borneo “, adalah pulau yang terbesar di indonesia yang penuh dengan keanekaragaman suku ,bahasa dan sumber daya alam yang melimpah,  di dalam pulau inilah terdapat suku dayak yang bemacam-macam jenis bahasa dan adat-istiadat setempat, dengan kehidupan saling bergotong royong dan membantu sesama, dalam hal ini kekeluargaan suku dayak sangat tampak .kebiasan hidup mengandalkan sumber daya alam yang ada di daerah setempat membuat suku dayak sangat menyatu dengan alam bagaikan organ tubuh yang melekat pada jiwa, dengan kehidupan inilah masyarakat suku dayak hidup denga
n tenang dan aman.    Dalam penulisan artikel ini penulis sangat tertarik mengambil judul  penyakit yang ada di daerah suku dayak dengan nama penyakit yang biasa di sebut oleh masyarakat dayak Ngaju ( Katingan )  Paripit”, penyakit inilah sering menyerang kehidupan  para masyarakat dayak Ngaju, baik  anak-anak,remaja, maupun dewasa, dan penyakit paripit ini sudah sering menyerang masyarakat  suku dayak baik dari jaman dulu  maupun sampai pada jaman  sekarang, dalam penulisan ini penulis sangat berharap artikel ini akan menjadi sumber ilmu dan penunjang pendidikan bagi mahasiswa/ mahasiswi. Agar sebagai mahasiswa maupun mahasiswi bisa mengetahui jenis penyakit yang ada pada masyarakat suku dayak Ngaju sekarang .

A.      Pengertian Penyakit Paripit. ( Tapapeling )

Penyakit paripit  adalah sejenis  penyakit kulit  yang sudah lama berada di lingkungan masyarakat suku dayak , yang biasa di sebut dalam bahasa Indonesianya penyakit cacar air penyakit ini juga sangat berbahaya bagi kesehatan, dan penyakit ini di sebabkan oleh infeksi virus varicella zoster yang mengakibatkan munculnya ruam kulit berupa kumpulan bintik-bintik kecil ,baik berbentuk datar maupun benjolan dan akan terasa gatal, dalam benjolan tersebut tampak bening yang berisi air di dalamnya.
          Paripit ( cacar air ) ini merupakan penyakit menular yang bisa ditularkan oleh seseorang kepada orang yang sehat lainnya secara langsung , dan orang yang sudah pernah terkena penyakit ini maka tubuhnya tersebut akan membentuk anti bodi terhadap virus varicello,  sehingga dimasa depan tidak akan lagi terserang penyakit virus paripit ( cacar air ) dari penularan yang di lakukan oleh orang lain.
Dalam hal ini Ada beberapa pendapat dari narasumber ( Suku Daya Ngaju ) yang terpercaya yang telah di wawancarai oleh penulis.

1.       Menurut ibu Ruskanalawati ( 15-09-2013 ) penyakit paripit adalah sejenis penyakit yang menyerang pada bagian kulit atau biasa yang di sebut dengan cacar air dan penyakit ini membekas hitam pada kulit.

2.       Menurut ibu Kusei ( 15-09-2013 ) peyakit paripit adalah penyakit yang berbintik-bintik kecil merah pada kulit dan pada akhirnya akan menjadi bintik besar pada kulit dan membekas hitam.

3.       Menurut  Lia (  20-09-201  ) penyakit paripit adalah sejenis penyakit yang menyerang bagian kulit, dan bentuk penyakit bintik-bintik merah, penyakit ini juga memiliki sifat menular.

Dapat di simpulkan penyakit paripit ini adalah penyakit yang menyerang pada bagian permukaan kulit,  dengan bentuknya bintik-bintik merah yang berbentuk gelembung dan di dalamnya berisi air, dan jika di pecahkan akan makin bertambah banyak dan bisa terjadi penularan dari seorang penderita penyakit paripit ke orang yang lainnya

B.Penyebab Penyakit Paripit ( Tapapeling )
Penyakit paripit ini sering menyerang secara tiba-tiba, tanpa pandang bulu kendati bisa disembuhkan, jangan sepelekan penyakit yang telah ratusan tahun di kenal oleh masyarakat dayak ngaju .
Biasanya perubahan cuaca dari musim kemarau yang cenderung bersuhu panas ke yang bersuhu dingin. Akan turut membuat perubahan pada tubuh, jika kondisi tubuh tidak fit, maka biasanya seseorang akan mudah mengidap suatu penyakit, penyakit yang biasanya muncul saat kondisi tubuh tidak dalam keadaan fit adalah penyakit paripit.
Adapun yang menyebabkan timbulnya penyakit ini pada penderita adalah :
·                  Pengaruh Cuaca : karena melaui udara vurus dapat dengan cepat berpindah dan kotak dengan orang lain. Udara juga  bisa menyebabakan daya tahan tubuh seseorang menjadi menurun jadi tidak menutup kemungkinan seseorang akan terserang penyakit paripit.
·                  Pengaruh Lingkungan : Lingkungan yang kotor dan tidak terawat bisa menyebabkan seseorang terserang penyakit paripit, karena dari lingkungan akan membawa adanya kuman dan virus sehingga seseorang sakit.
·                  Pengaruh kekebalan tubuh yang tidak baik : akibat dari kekebalan tubuh yang tidak baik atau menurun akan mengakibatkan seseorang mudah terserang penyakit paripit, karena penyakit ini sama dengan cacar air yang menjadi penyebab utamanya adalah virus varicella zoster.
Hal-hal tersebut di ataslah yang menjadi penyebab seseorang akan terserang penyakit paripit.
Ciri-ciri penyakit paripit adalah :
·           Menyerang seluruh permukaan kulit penderita.
·                  Bersifat menular dari seorang penderita ke orang lainnya.
·                  Berbentuk bintik-bintik merah.
·                  Berupa gelembung-gelembung yang berisi air.
·                  Setelah sembuh membekas berwarna hitam yang susah untuk di hilangkan.
·                  Gatal-gatal.  


C.         Proses  Terjadi  Penyakit Paripit
 ( Tapapeling )

                   Pada tahap awal penderita penyakit paripit  akan mengalami  demam tinggi, suhu badan meningkat drastis, batuk-batuk, biji mata memerah. Setalah mengalami hal tersebut di atas maka penderita akan masuk pada tahap kedua yaitu akan mulailah muncul bintik-bintik merah yang berisi air di dalamnya yang seperti gelembung-gelembung yang tumbuh pada tubuh si penderita, setelah itu penderita akan merasa gatal-gatal pada tubuhnya dan mengalami susah tidur.
           Setelah muncul bentol atau gelembung yang berisi air di seluruh tubuh , maka masa inkubasi dari penyakit paripit ini adalah sekitar 2-3 minggu tergantung dari daya tahan tubuhnya. Maka penyakit paripit yang keluar di permukaaan kulit hanya sedikit atau akan cepat menghilang.
           Jika tubuh yang berbintik-bintik merah tersebut di garuk maka akan mengakibatkan semakin banyaknya tumbuh bintik-bintik merah tersebut  di permukaan tubuh si penerita dan bisa mengakibatkan hal yang fatal, seperti susah dalam proses penyembuhannya. Bintik-bintik merah ini akan terasa gatal terutama jika tubuh berkeringat dan tidak  di sengaja si penderita akan menggaruknya.


D.      Tanda Dan Gejala Penyakit Paripit
( Tapapeling )
 Sebelum penyakit paripit menyerang seorang penderita ada berbagai macam hal dan tanda maupun gejala yang akan di rasakan oleh seorang penderita peyakit ini.
Adapun tanda dan gejala penyakit paripit adalah :
·               Kondisi badan terasa menurun atau tidak fit, lemah dan mudah capek.
·               Mulai merasakan demam di sertai batuk-batuk dan flu ringan.
·               Akan merasakan nyeri di pergelangan sendi dan nyilu, tetapi tidak semua penderita mengalami, ada yang hanya demam beberapa hari saja.
·               Selanjutnya akan berbentuk bintik-bintik merah, kemudian bintik tersebut menonjol membentuk lelepuhan berisi cairan yang terasa gatal.
·               Pada anak-anak yang berusia di atas 10 tahun, gejala awalnya berupa sakit kepala, demam sedang dan rasa tidak enak badan , gejala tersebut biasanya tidak di temukan pada anak-anak yang lebih muda,gejala pada orang dewasa biasanya lebih berat.
·               24-36 jam setelah timbulnya gejala awal, muncul bintik-bintik merah datar kemudian bintik tersebut menonjol.
·               membentuk lelepuhan berisi cairan yang terasa gatal, yang akhirnya akan mengering, proses ini memakai waktu selama 6-8 jam.
Untuk mengatasi gejala-gejala penyakit cacar air, bisa dilakukan dengan melakukan kompres dingin pada kulit yang terkena. Agar rasa gatal berkurang dan dapat mengurangi garuk-garuk yang dapat menyebabkan infeksi.
Tanda dan gejala-gejala di atas akan  khas muncul, jika  seorang penderita  tersebut akan terserang penyakit paripit. Dalam gejala – gejala diatas terkadang penderita tidak menyadari bahwa dirinya akan terserang jenis penyakit paripit ini. Karena kalau dilihat dari gejala awal bisa di katakan hanya gejala-gejala biasa saja yang muncul, inilah bisa menjadi penyebab utama bahwa seorang penderita tersebut tidak mengetahuinya.
Namun ketika tahap awal berlanjut dan menyerang si penderita, maka pada tahap yang lebih      seriuslah penderita akan menyadarinya karena mulailah muncul bintik-bintik merah pada permukaan tubuhnya. Inilah bisa menyebabkan kefatalan bagi penderita kerana lambat menanganinya akibat ketidak tahuan pada gejala-gejala yang muncul.

E.       Pengobatan Penyakit Secara Tradisional
( Dalam Masyarakat Dayak Ngaju )

                Dalam proses pengobatan penyakit paripit, banyak berbagai macam cara yang digunakan oleh masyarakat suku dayak ngaju( katingan ). Macam-macam cara pengobatan paripit tersebut biasanya memanfaatkan tanaman yang tumbuh di dalam  hutan maupun obat-obatan tanaman yang berada di lingkungan sekitar rumah.

                Adapun berbagai macam tanaman dan obat-obatan alam yang dapat digunakan untuk pengobatan penyakit paripit adalah sebagai berikut :
·         Minum air kelapa muda, yang baru di petik dari pohonnya,
·         Minyak babi, gosoklah minyak babi yang sudah di panaskan lalu di dinginkan , setelah itu gosok pada bagian tubuh yang terkena penyakit paripit.
·         Menggunakan air beras, air beras tersebut di gunakan untuk di lap pada bagian tubuh si penderita.
·         Mandi di dalam jukung yang di dalamnya berisi air.
·         Buah nenas, parutlah buah nenas setelah itu ambil airnya dan minum air hasil parutan.
·         Buah mengkudu, parutlah buah mengkudu yang berjumlah 2 buah, lalu ambil air parutannya dan minum.
·         Daun pinang , rebuslah daun pinang lalu minum air hasil rebusan daun  pinang tersebut.
·         Tidur diatas daun pisang, agar tidak menular .
·         Menggunakan kulit pisang, kulit pisang dioleskan pada luka paripit.
·         Pelepah pohon aren yang kering, di haluskan kemudian gosok pada kulit bekas luka.


F.       Perawatan Penyakit Paripit

Perawatan pasca penyembuhan intinya tidak boleh di garuk, jika digaruk tangan kita kotor pasti akan menyebabkan infeksi, jika infeksi sembuhnya akan susah. Jika penderita kuat untuk tidak di garuk sama sekali akan sembuh dengan sendirinya tanpa bekas ada luka.
·            Jika bintik muncul pada telapak tangan boleh mandi, tetapi jika tidak muncul maka tidak diperbolekkan untuk mandi.
·            Sering mengganti pakaian.
·            Minum obat-obat dari hasil alam seperti air rebusan daun pisang, daun pegagan, dan buah mengkudu.
·            Hindari bintik-bintik menjadi pecah jika pecah segera bersihkan agar tidak menyebar ke seluruh bagian tubuh.
·            Gunakan kuyit, untuk menghidari gelmbung menjadi pecah.
·            Kulit di kompres dengan air dingin.

                Dan adapun akibat dari penyakit paripit, dapat membahayakan dan menimbulkan kematian pada orang yang mengalami defisiensi sistem imun ( penurunan fungsi sistem imunitas/ kekebalan tunuh. Turunnya fungsi imunitas tubuh tersebut dapat menyebabkan tubuh tidak mempunyai kekebalan, dan sistem ketahan untuk melawan serangan penyakit paripit, sehingga kondisi penderita melemah yang pada akhirnya dapat mengakibatkan sesuatu yang fatal.
                Pada anak yang di beri beberapa jenis obat yang berefek pada menurunya sistem imunitas tubuh, paripit dapat menyebabkan kematian dan kebutaan. Penyakit ini juga membahayakan seseorang ibu dan bayi yang di kandungnya.



Gambar orang yang terkena penyakit paripit.
  

 Gambar anak yang terkena penyakit paripit.
 







PENUTUP
               
    Demikian uraian penyakit paripit yang berasal dari daerah dayak ngaju, semoga artikel ini dapat berguna untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang model penyakit-penyakit yang berada di sekitar masyarakat dayak ngaju dan gejala-gejal maupun penyebab dan pengobatannya secara tradisionalnya , dalam penulisan artikel ini penulis mohon maaf jika masih ada kekurangan dan kesalahan yang di dapatkan. Akhir kata penulis menyampaikan terimakasih atas kepercayaan yang telah  di berikan sehingga penulis dapat menulis artikel ini dengan baik. Tiada gading yang tak retak.



“TERIMA KASIH”



.









 

2 komentar:

  1. cacar air itu bukan paripit.
    penyakit parpit merupakan penyakit yang harus terjadi dan hanya satu (1) kali pada diri seaorang seumur hidup dan tidak pernah terulang untuk kedua kalinya,penyakit paripit dengan ciri bintik nerah pada bagian kulit dan puncaknya bintik nerah tersebut menyebar sehingga tumbuh pada telapak tangan dan kaki.
    perlu di ketahui oenyakit ini menurut suku dayak ngaju adalah infeksi gabungan dua unsur hormon yaitu unsur ibu dan unsur bapak,jd apabila ada orang yang terkena penyakit paripit untuk yang kedua kalinya menandakan orang tersebut mempunyai 2 ayah kandung. Artinya dua hormon bapa satu ibu tergabung sebelum pembentukan diri seseorang di dalam rahim ibunya sebelum di lahirkan.
    silahkan cari tau benarkah penyakit paripit hanya satu kali terjadi pada diri seseorang dalam hidupnya,dan adakah orang yang 2 kali mengalami penyakit tersebut!

    BalasHapus
  2. zzz paripit beda dari cacar air, cacar air kalo di dayak nama nya (rapujung)

    BalasHapus