BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar
Belakang
Pada saat ini ilmu keperawatan
telah mengalami banyak perubahan, karena ilmu keperawatan merupakan suatu ilmu
terapan yang selalu berubah sesuai dengan adanya kemajuan teknologi yang di
gunakan pada saat ini.
Teori keperawatan juga sangat penting bagi kehidupan manusia saat ini, dari konsep dan teori
keperawatan inilah manusia akan banyak mempelajari tentang ilmu keperawatan
yang baik dan benar, manusia makhluk
yang sempurna yang memiliki berbagai macam perbedaan yang perlu untuk di
ketahui, oleh sebab itulah penulis sangat tertarik dengan judul: “Model Konseptual Dan Teori Keperawatan
Menurut Pendapat Beberapa Tokoh”.
Konsep dan teori keperawatan sangat
bermanfaat untuk di ketahui lebih dalam bagi mahasiswa/mahasiswi yang sedang
belajar di sekolah tinggi kesehatan saat
ini, dalam konsep dan teori keperawatan kita akan mengenal berbagai macam cara
dan solusi untuk menjadi perawat yang
profesianal di massa depan.
1.2 Tujuan
Penulisan
Tujuan Umum : Agar
kita mampu untuk memahami Model konseptual dan teori keperawatan menurut
pendapat beberapa tokoh.
Tujuan
Khusus : Setelah mengetahui model konseptual dan teori keperawatan menurut pendapat beberapa tokoh, kita harus
bisa mengerti dan memahami maksud konsep dan teori dari tokoh-tokoh tersebut.
1. Mengetahui
model konseptual dan teori menurut pandangan Betty Neuman .
2. Mengetahi model konseptual dan teori menurut
pandangan Jean Watson.
1.3 Manfaat
Penulisan
1.3.1
Teori
Manfaat
makalah ini untuk menambah ilmu pengetahuan dan wawasan , bagi para
mahasiswa/mahasiswi STIKES Eka Harap agar lebih mengetahui dan memahami model
konseptual dan teori keperawatan menurut pendapat beberapa tokoh.
1.3.2
Praktis
Manfaat
yang kami harapkan dalam penulisan makalah ini,
agar dapat dijadikan sebagai ilmu pengetahuan dan penunjang untuk
mahasiswa/mahasiswi.
1.4 Rumusan Masalah
1.
Bagaimana model
konseptual dan teori keperawatan menurut pandangan Betty Neuman ?
2. Bagaimana
model konseptual dan teori keperawatan menurut pandangan Jean Watson ?
BAB II
TINJAUAN
PUSTAKA
2.1
Model Konseptual Dan Teori Keperawatan Menurut
Pandangan Betty Neuman
Model konsep yang di kemukakan oleh Betty Neuman ini
adalah model konsep Health Care System, yaitu model konsep yang menggambarkan
aktivitas keperawatan yang ditujukkan kepada penekanan penurunan sters dengan
memperkuat garis pertahanan diri secara fleksibel atau normal maupun resistan
dengan sasaran pelayanan adalah komunitas.
Garis pertahanan diri pada komunitas tersebut
meliputi garis pertahan fleksibel, yaitu ketersediaan dana pelayanan kesehatan,
iklim dan pekerjaan dan lain-lain, garis pertahanan normal yang meliputi,
ketersediaan pelayanan, adanya perlindungan status nutrisi secara umum, tingkat
pendapatan , rumah yang memenuhi syarat kesehatan dan sikap masyarakat terhadap kesehatan dan garis pertahanan
resistan yang meliputi adanya ketersediaan pelayanan kesehatan, tingkat
pendidikan masyarakat, transfortasi, tempat rekreasi dan cakupan dari imunisasi
di daerah yang ada. Intervensi keperawatan diarahkan pada garis pertahanan
dengan penggunaan pencegahan primer, sekunder dan tersier. Model ini bertujuan
agar menjadi stabilitas klien dan keluarga dalam lingkungan yang dinamis.
Sehingga Betty Neuman menggambarkan peran perawat dapat bersifat menyeluruh dan
saling ketergantungan ( Interdepensi).
Betty Neuman dalam memahami konsep keperawatan ini
memiliki dasar pemikiran yang terkait dengan komponen paradigma yaitu memandang
manusia sebagai suatu sistem terbuka yang selalu mencari keseimbangan dan
merupakan satu kesatuan dari variable yang untuh di antaranya fisiologis,psikologis,sosiokultural
dan spiritual, juga memandang pelayanan keperawatan akan di pengaruhi
lingkungan sekitar klien serta memandang sehat sebagai kondisi terbebasnya dari
gangguan pemenuhan kebutuhan dan merupakan keseimbangan yang dinamis dari
menghindar stressor.
Secara umum fokus dari model konsep keperawatan
menurut Neuman ini berfokus pada respons terhadap stresor serta faktor-faktor
yang mempengaruhi proses adaptasi pada pasien. Untuk itu tindakan keperawatan
yang seharusnya dilakukan menurut Neuman adalah mencegah atau mengurangi adanya
reaksi tubuh akibat stresor. Upaya tersebut dapat juga dinamakan pencegahan
primer,sekunder dan tersier.
Pencegahan primer dapat meliputi berbagai tindakan
keperawatan untuk mengidentifikasikan adanya stresor, mencegah reaksi tubuh
karena adanya stresor serta mendukung koping pada pasien secara konstruktif.
Pencegahan sekunder menurut Nueman meliputi berbagai tindakan keperawatan yang
dapat mengurangi atau menghilangkan gejala penyakit serta reaksi tubuh lainnya
karena adanya stresor dan pencegahan tersier dapat meliputi pengobatan secara
rutin dan teratur serta pencegahan terhadap adanya kerusakan lebih lanjut dari
komplikasi suatu penyakit. Upaya pencegahan tersebut dipentingkan dengan adanya
pendidikan kesehatan dan pemeliharaan kesehatan.
Menurut Neuman lingkungan adalah seluruh faktor-faktor
internal dan eksternal yang berada di sekitar klien . Neuman mengatakan baik
lingkungan internal maupun ekternal pada manusia memiliki hubungan yang
harmonis dan keduanya mempunyai keseimbangan yang bervariasi, dimana
keseimbangan atau keharmonisan antara lingkungan internal dan eksternal
tersebut dipertahankan. Pengaruh lingkungan terhadap klien atau sebaliknya bias
berdampak positif atau negative. Stressor yang berasal dari lingkungan meliputi
3 hal yaitu intrapersonal, interpersonal dan extrapersonal. Neuman membagi
lingkungan menjadi 3 yaitu :
1).
Lingkungan internal yaitu lingkungan intrapersonal yang ada dalam sistem .
2).
Lingkungan eksternal adalah lingkungan yang berada diluar sistem klien. Kekuatan-kekuatan dan pengaruh interaksi
yang berada diluar sistem klien.
3).
Lingkungan yang diciptakan merupakan pertukaran energi dalam sistem terbuka
dengan lingkungan internal dan eksternal yang bersifat dinamis.Lingkungan ini
tujuannya adalah untuk memberikan stimulus positif kearah kesehatan klien.
Perawat dalam model Neuman dipandang sebagai “aktor” atau
pemberi intervensi yang mempunyai tujuan mengurangi pertemuan individu dengan
stressor yang jelas atau meminimalkan efeknya. Perawat mungkin memilih untuk
mengintervensi dengan cara menguatkan kemampuan klien untuk berespon terhadap
stressor. Jadi tanpa memperhatikan apakah pertemuan dengan stressor itu menghasilkan
hasil yang positif atau negatif, perawat memberikan pelayanan sebagai peserta
yang aktif dalam mendukung pertahanan klien dengan membantu klien berespon yang
sesuai terhadap stressor yang datang. Partisipasi aktif dari klien membenarkan
arti dari pengalamannya dengan perawat. Selanjutnya pembuatan tujuan kolaborasi
dan kemajuannya adalah istilah yang digunakan Neuman untuk menjelaskan
aktivitas antara perawat dan klien. Neuman menyatakan bahwa sekali masalah
utama telah didefinisikan dan diklasifikasikan satu keputusan harus dibuat
sebagai bentuk intervensi apa yang harus diambil sebagai prioritas.Yang membuat
keputusan adalah proses kolaborasi antara perawat dan klien terlibat dalam
merundingkan tujuan kolaborasi yang sesuai. Perawat membantu klien berbeda
tergantung pencegahan primer, sekunder atau tersier yang diperlukan. Dalam
situasi perawatan tiap klien perawat mengkaji dan mengintervensi secara
berbeda. Contoh jika stressor ada di lingkungan klien tapi tidak merusak garis
pertahanan normal (tingkat pencegahan primer), perawat mungkin mengkaji
faktor-faktor resiko dan mencari kemungkinan untuk mengajari atau membantu
klien sesuai dengan kebutuhannya. Jika stressor telah menembus garis pertahanan
normal (tingkat pencegahan sekunder perawat mungkin bertindak untuk menentukan
sifat dari proses penyakit dan mulai berurusan dengan respon maladaptive. Jika
stressor dihasilkan dalam gejala-gejala sisa (tingkat pencegahan tertier)
perawat berusaha untuk membatasi atau mengurangi efek, barangkali dengan
menggunakan sumber-sumber rehabilitasi. Ringkasnya perawat atau profesi
kesehatan lain menggunakan model Neuman adalah pengevaluasi aktif dan pemberi
intervensi aktif. Klien dipandang sebagai aktif tetapi lebih rendah disbanding
perawat berhubungan beberapa perubahan status kesehatan. Keperawatan
digambarkan sebagai profesi yang unik, keunikannya dihubungkan dengan sifat
holistic manusia dan pengaruh dari variable yang berinteraksi dalam lingkungan
internal maupun eksternal. Perawat mengkaji semua factor yang berpengaruh pada
klien.Contoh Neuman menyatakan bahwa lapang persepsi pemberi pelayanan
professional dan klien harus dikaji karena persepsi klien dan caregiver mungkin
bervariasi. Dengan demikian hal ini akan mempengaruhi tindakan . Pengkajian
persepsi berarti bahwa perawat mengkaji kebutuhan dan nilai-nilai yang dimiliki klien
yang berhubungan dengan kondisi klien sebelum membuat keputusan. Hal ini
penting bahwa pengkajian persepsi harus menjadi aspek yang dimuat karena ini
akan sangat berguna pada format proses perawatan yang selanjutnya dibuat oleh
Neuman.
2.2
Model
Konsep Dan Teori Keperawatan Menurut Pandangan Jean Waston
Jean
Waston dalam memahami konsep keperawatan terkenal dengan teori pengetahuan
manusia dan merawat manusia. Tolak ukur pandangan Waston ini di dasari pada
unsure teori kemanusian. Pandangan teori Jean Watson ini memahami bahwa manusia
memiliki empat cabang kebutuhan manusia yang saling berhubungan diantaranya:
Ø kebutuhan
dasar biofisikal (kebutuhan untuk hidup ) yang meliputi kebutuhan makanan dan
cairan, kebutuhan eliminasi dan kebutuhan ventilasi.
Ø kebutuhan psikofisikal( kebutuhan fungsional )
yang meliputi kebutuhan aktivitas dan istirahat,
Ø kebutuhan
seksual dan kebutuhan psikososial ( kebutuhan untuk integrasi ) yang meliputi
kebutuhan untuk berprestasi, kebutuhan organisasi,
Ø keebutuhan
intra dan interpersonal ( kebutuhan untuk pengembangan ) yaitu kebutuhan
aktualisasi diri.
Berdasarkan
empat kebutuhan tersebut, Jean Waston memahami bahwa manusia adalah mahluk yang
sempurna yang memiliki berbagai macam ragam perbedaan, sehingga dalam upaya
mencapai kesehatan, manusia seharusnya dalam keadaan sejahtera baik fisik,
mental dan spiritual karena sejahtera merupakan keharmonisan antara pikiran,
badan dan jiwa sehingga untuk mencapai
keadaan tersebut keperawatan harus berperan dalam meningkatkan status
kesehatan, mencegah terjadinya penyakit, mengobati berbagai penyakit dan
penyembuhan kesehatan dan fokusnya pada peningkatan kesehatan dan pencegahan
penyakit.
Teori
Watson ( 1985,1987 ) mendefinisikan hasil kegiatan keperawatan dalam melihat
aspek manusia ( Tomey dan Alligood 2006 ) kegiatan keperawatan bertujuan untuk
memahami antar kesehatan penyakit dan kebiasaan manusia. Dengan demikian
perawatan tertuju pada pronasi dan perbaikan kesehatan serta pencegahan penyakit, Watson membuat
mode proses keperawatan membantu klien dan mencapai kesehatan atau meninggal dengan tenang.
Proses keperawatan ini membutuhkan perawat yang mengetahui tentang kebiasaan
manusia dan respon manusia terhadap masalah kesehatan yang sudah ada, atau
berpotensi akan timbul perawat yang perlu mengetahui kebutuhan individu
bagaimana responnya terhadap sesama kekuatan serta keterbatasan klien dan
keluarganya selalu perawat membantu dan memberikan perhatian serta empatik pada
klien dan keluarga.
Watson
mengemukakan bahwa caring merupakan
inti dari keperawatan. Dalam hal ini caring
merupakan perwujudan dari semua faktor yang digunakan perawat dalam memberikan
pelayanan kesehatan pada klien. Kemudian caring
juga menekankan harga diri individu, artinya dalam melakukan praktik
keperawatan, perawat senantiasa selalu menghargai klien dengan menerima
kelebihan maupun kekurangan klien. Watson juga mengemukakan bahwa respon setiap
individu terhadap suatu masalah kesehatan unik, artinya dalam praktik
keperawatan, seorang perawat harus mampu memahami setiap respon yang berbeda
dari klien terhadap penderitaan yang dialaminya dan memberikan pelayanan
kesehatan yang tepat dalam setiap respon yang berbeda baik yang sedang maupun
akan terjadi.
Keperawatan
berfokus pada promosi kesehatan, pencegahan penyakit dan caring ditujukan untuk
klien baik dalam keadaan sakit maupun sehat.Keperawatan berlandaskan kepada
rasa kemanusiaan dan ilmu. Tujuan pemberian proses keperawatan melalui proses
caring adalah untuk menolong masyarakat agar mendapatkan derajat kesehatan yang
optimal. Watson (1999) menekankan bahwa perawat dalam hal ini sebagai care
giver yang perlu memahami kesadaran dan kehadirannya dalam waktu berinteraksi
dengan pasiennya.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dapat disumpulkan bahwa konseptual
dan teori keperawatan Betty Neuman
model sistem dikembangkan berdasarkan pada teopri umum dan memandang keluarga
sebagai suatu sistem terbuka yang bereaksi terhadap tressor dan lingkungan.
Variabel klien adalah pisiologis, psikologis, sosial budaya, perkembangan dan
spiritual. Entervensi terjadi melalui 3 cara pencegahan yaitu pencegahan
primer, skunder, dan tresier. Model ini digunakan dalam pendidikan keperawatan,
riset, admistrasi dan langsung dipelayana keperawatan.
Penggunaan model konsep keperawatn
untuk menganalisis suatu konsep tertentu dapat memberikan pedoman bagi kita
dalam pengembangan perangkat penilaian dan pengukuran yang lebih spesifik,
handal (reliable) dan akurat. Sebab fokus utama keperawatan adalah klien,
lingkungan, dan kesehatan. Dalam praktek pelayanan keperawatan,penggunaan model
keperawatan akan membantu perawat dalam mendefinisikan area penilaian dan
memberikan pedoman.
Jean
Watson memiliki beberapa konsep utama yaitu konsep tentang manusia, konsep
tentang kesehatan, konsep tentang lingkungan, konsep tentang keperawatan (yang
dijelaskan dalam makalah) dan Jean
Watson berupaya untuk mendefinisikan hasil dari aktifitas keperawatan yang
berhubungan dengan aspek humanistik dari kehidupan. Tindakan Keperawatan yang
mengacu langsung pada pemahaman hubungan antara sehat, sakit dan perilaku
manusia.
3.2
Saran
Ada beberapa
saran dari penulis yang mungkin bermanfaat yaitu :
1.
Memahami akan konseptual
dan teori keperawatan menurut Betty Neuman.
2.
Memahami akan
konseptual dan teori keperawatan menurut Jean Watson.
3.
Sebagai seorang perawat
harus mampu mengetahui konseptual dan teori keperawatan menurut Betty Neuman
dan Jean Watson.
DAFTAR PUSTAKA
·
Perry Pofter.
Fundamental Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.copyrigh 2009.
·
Ns. Nasir Abdul, S.Kep
; Ns. Muhith Abdul, S.Kep.,M.Kes;
Ns.
Sajidin Muhammad, S.Kep., M.Kes; Mubarak Iqbal Wahit, S.K.M. Komunikasi Dalam
Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika. 2009.
·
Hidayat Alimul Aziz A.
Pengantar Konsep Dasar Keperawatan .
Jakarta : Salemba Medika. 2004.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar