Minggu, 16 November 2014

makalah model konseptual dan teori keperawatan menurut pendapat beberapa tokoh




BAB I
PENDAHULUAN

1.1.               Latar Belakang
Pada saat ini ilmu keperawatan telah mengalami banyak perubahan, karena ilmu keperawatan merupakan suatu ilmu terapan yang selalu berubah sesuai dengan adanya kemajuan teknologi yang di gunakan pada saat ini.
Teori  keperawatan juga sangat penting bagi kehidupan  manusia saat ini, dari konsep dan teori keperawatan inilah manusia akan banyak mempelajari tentang ilmu keperawatan yang baik dan benar, manusia  makhluk yang sempurna yang memiliki berbagai macam perbedaan yang perlu untuk di ketahui, oleh sebab itulah penulis sangat tertarik dengan judul: “Model Konseptual Dan Teori Keperawatan Menurut Pendapat Beberapa Tokoh”.
Konsep dan teori keperawatan sangat bermanfaat untuk di ketahui lebih dalam bagi mahasiswa/mahasiswi yang sedang belajar di sekolah tinggi kesehatan  saat ini, dalam konsep dan teori keperawatan kita akan mengenal berbagai macam cara dan solusi  untuk menjadi perawat yang profesianal di massa depan.

    1.2     Tujuan Penulisan
       Tujuan Umum : Agar kita mampu untuk memahami Model konseptual dan teori keperawatan menurut pendapat beberapa tokoh.
Tujuan Khusus :  Setelah  mengetahui model konseptual dan teori  keperawatan    menurut pendapat beberapa tokoh, kita harus bisa mengerti dan memahami maksud konsep dan teori dari tokoh-tokoh tersebut.
1.      Mengetahui model konseptual dan teori menurut pandangan Betty Neuman .
2.     Mengetahi model konseptual dan teori menurut pandangan Jean Watson.

1.3            Manfaat Penulisan

1.3.1      Teori
Manfaat makalah ini untuk menambah ilmu pengetahuan dan wawasan , bagi para mahasiswa/mahasiswi STIKES Eka Harap agar lebih mengetahui dan memahami model konseptual dan teori keperawatan menurut pendapat beberapa tokoh.
1.3.2       Praktis
Manfaat yang kami harapkan dalam penulisan makalah ini,  agar dapat dijadikan sebagai ilmu pengetahuan dan penunjang untuk mahasiswa/mahasiswi.



 1.4         Rumusan Masalah
1.         Bagaimana model konseptual dan teori keperawatan menurut pandangan Betty Neuman ?
2.      Bagaimana model konseptual dan teori keperawatan menurut pandangan Jean Watson ?













BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1                 Model  Konseptual Dan Teori Keperawatan Menurut Pandangan Betty Neuman
Model konsep yang di kemukakan oleh Betty Neuman ini adalah model konsep Health Care System, yaitu model konsep yang menggambarkan aktivitas keperawatan yang ditujukkan kepada penekanan penurunan sters dengan memperkuat garis pertahanan diri secara fleksibel atau normal maupun resistan dengan sasaran pelayanan adalah komunitas.
Garis pertahanan diri pada komunitas tersebut meliputi garis pertahan fleksibel, yaitu ketersediaan dana pelayanan kesehatan, iklim dan pekerjaan dan lain-lain, garis pertahanan normal yang meliputi, ketersediaan pelayanan, adanya perlindungan status nutrisi secara umum, tingkat pendapatan , rumah yang memenuhi syarat kesehatan dan sikap masyarakat  terhadap kesehatan dan garis pertahanan resistan yang meliputi adanya ketersediaan pelayanan kesehatan, tingkat pendidikan masyarakat, transfortasi, tempat rekreasi dan cakupan dari imunisasi di daerah yang ada. Intervensi keperawatan diarahkan pada garis pertahanan dengan penggunaan pencegahan primer, sekunder dan tersier. Model ini bertujuan agar menjadi stabilitas klien dan keluarga dalam lingkungan yang dinamis. Sehingga Betty Neuman menggambarkan peran perawat dapat bersifat menyeluruh dan saling ketergantungan ( Interdepensi).
Betty Neuman dalam memahami konsep keperawatan ini memiliki dasar pemikiran yang terkait dengan komponen paradigma yaitu memandang manusia sebagai suatu sistem terbuka yang selalu mencari keseimbangan dan merupakan satu kesatuan dari variable yang untuh di antaranya fisiologis,psikologis,sosiokultural dan spiritual, juga memandang pelayanan keperawatan akan di pengaruhi lingkungan sekitar klien serta memandang sehat sebagai kondisi terbebasnya dari gangguan pemenuhan kebutuhan dan merupakan keseimbangan yang dinamis dari menghindar stressor.
Secara umum fokus dari model konsep keperawatan menurut Neuman ini berfokus pada respons terhadap stresor serta faktor-faktor yang mempengaruhi proses adaptasi pada pasien. Untuk itu tindakan keperawatan yang seharusnya dilakukan menurut Neuman adalah mencegah atau mengurangi adanya reaksi tubuh akibat stresor. Upaya tersebut dapat juga dinamakan pencegahan primer,sekunder dan tersier.
Pencegahan primer dapat meliputi berbagai tindakan keperawatan untuk mengidentifikasikan adanya stresor, mencegah reaksi tubuh karena adanya stresor serta mendukung koping pada pasien secara konstruktif. Pencegahan sekunder menurut Nueman meliputi berbagai tindakan keperawatan yang dapat mengurangi atau menghilangkan gejala penyakit serta reaksi tubuh lainnya karena adanya stresor dan pencegahan tersier dapat meliputi pengobatan secara rutin dan teratur serta pencegahan terhadap adanya kerusakan lebih lanjut dari komplikasi suatu penyakit. Upaya pencegahan tersebut dipentingkan dengan adanya pendidikan kesehatan dan pemeliharaan kesehatan.
Menurut Neuman lingkungan adalah seluruh faktor-faktor internal dan eksternal yang berada di sekitar klien . Neuman mengatakan baik lingkungan internal maupun ekternal pada manusia memiliki hubungan yang harmonis dan keduanya mempunyai keseimbangan yang bervariasi, dimana keseimbangan atau keharmonisan antara lingkungan internal dan eksternal tersebut dipertahankan. Pengaruh lingkungan terhadap klien atau sebaliknya bias berdampak positif atau negative. Stressor yang berasal dari lingkungan meliputi 3 hal yaitu intrapersonal, interpersonal dan extrapersonal. Neuman membagi lingkungan menjadi 3 yaitu :

1). Lingkungan internal yaitu lingkungan intrapersonal yang ada dalam sistem .
2). Lingkungan eksternal adalah lingkungan yang berada diluar sistem klien.    Kekuatan-kekuatan dan pengaruh interaksi yang berada diluar sistem klien.
3). Lingkungan yang diciptakan merupakan pertukaran energi dalam sistem terbuka dengan lingkungan internal dan eksternal yang bersifat dinamis.Lingkungan ini tujuannya adalah untuk memberikan stimulus positif kearah kesehatan klien.

Perawat dalam model Neuman dipandang sebagai “aktor” atau pemberi intervensi yang mempunyai tujuan mengurangi pertemuan individu dengan stressor yang jelas atau meminimalkan efeknya. Perawat mungkin memilih untuk mengintervensi dengan cara menguatkan kemampuan klien untuk berespon terhadap stressor. Jadi tanpa memperhatikan apakah pertemuan dengan stressor itu menghasilkan hasil yang positif atau negatif, perawat memberikan pelayanan sebagai peserta yang aktif dalam mendukung pertahanan klien dengan membantu klien berespon yang sesuai terhadap stressor yang datang. Partisipasi aktif dari klien membenarkan arti dari pengalamannya dengan perawat. Selanjutnya pembuatan tujuan kolaborasi dan kemajuannya adalah istilah yang digunakan Neuman untuk menjelaskan aktivitas antara perawat dan klien. Neuman menyatakan bahwa sekali masalah utama telah didefinisikan dan diklasifikasikan satu keputusan harus dibuat sebagai bentuk intervensi apa yang harus diambil sebagai prioritas.Yang membuat keputusan adalah proses kolaborasi antara perawat dan klien terlibat dalam merundingkan tujuan kolaborasi yang sesuai. Perawat membantu klien berbeda tergantung pencegahan primer, sekunder atau tersier yang diperlukan. Dalam situasi perawatan tiap klien perawat mengkaji dan mengintervensi secara berbeda. Contoh jika stressor ada di lingkungan klien tapi tidak merusak garis pertahanan normal (tingkat pencegahan primer), perawat mungkin mengkaji faktor-faktor resiko dan mencari kemungkinan untuk mengajari atau membantu klien sesuai dengan kebutuhannya. Jika stressor telah menembus garis pertahanan normal (tingkat pencegahan sekunder perawat mungkin bertindak untuk menentukan sifat dari proses penyakit dan mulai berurusan dengan respon maladaptive. Jika stressor dihasilkan dalam gejala-gejala sisa (tingkat pencegahan tertier) perawat berusaha untuk membatasi atau mengurangi efek, barangkali dengan menggunakan sumber-sumber rehabilitasi. Ringkasnya perawat atau profesi kesehatan lain menggunakan model Neuman adalah pengevaluasi aktif dan pemberi intervensi aktif. Klien dipandang sebagai aktif tetapi lebih rendah disbanding perawat berhubungan beberapa perubahan status kesehatan. Keperawatan digambarkan sebagai profesi yang unik, keunikannya dihubungkan dengan sifat holistic manusia dan pengaruh dari variable yang berinteraksi dalam lingkungan internal maupun eksternal. Perawat mengkaji semua factor yang berpengaruh pada klien.Contoh Neuman menyatakan bahwa lapang persepsi pemberi pelayanan professional dan klien harus dikaji karena persepsi klien dan caregiver mungkin bervariasi. Dengan demikian hal ini akan mempengaruhi tindakan . Pengkajian persepsi berarti bahwa perawat mengkaji  kebutuhan dan nilai-nilai yang dimiliki klien yang berhubungan dengan kondisi klien sebelum membuat keputusan. Hal ini penting bahwa pengkajian persepsi harus menjadi aspek yang dimuat karena ini akan sangat berguna pada format proses perawatan yang selanjutnya dibuat oleh Neuman.





2.2                 Model Konsep Dan Teori Keperawatan Menurut Pandangan Jean Waston

Jean Waston dalam memahami konsep keperawatan terkenal dengan teori pengetahuan manusia dan merawat manusia. Tolak ukur pandangan Waston ini di dasari pada unsure teori kemanusian. Pandangan teori Jean Watson ini memahami bahwa manusia memiliki empat cabang kebutuhan manusia yang saling berhubungan diantaranya:
Ø  kebutuhan dasar biofisikal (kebutuhan untuk hidup ) yang meliputi kebutuhan makanan dan cairan,  kebutuhan eliminasi  dan kebutuhan ventilasi.
Ø   kebutuhan psikofisikal( kebutuhan fungsional ) yang meliputi kebutuhan aktivitas dan istirahat,
Ø  kebutuhan seksual dan kebutuhan psikososial ( kebutuhan untuk integrasi ) yang meliputi kebutuhan untuk berprestasi, kebutuhan organisasi,
Ø  keebutuhan intra dan interpersonal ( kebutuhan untuk pengembangan ) yaitu kebutuhan aktualisasi diri.


Berdasarkan empat kebutuhan tersebut, Jean Waston memahami bahwa manusia adalah mahluk yang sempurna yang memiliki berbagai macam ragam perbedaan, sehingga dalam upaya mencapai kesehatan, manusia seharusnya dalam keadaan sejahtera baik fisik, mental dan spiritual karena sejahtera merupakan keharmonisan antara pikiran, badan dan jiwa sehingga untuk mencapai   keadaan tersebut keperawatan harus berperan dalam meningkatkan status kesehatan, mencegah terjadinya penyakit, mengobati berbagai penyakit dan penyembuhan kesehatan dan fokusnya pada peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit.
Teori Watson ( 1985,1987 ) mendefinisikan hasil kegiatan keperawatan dalam melihat aspek manusia ( Tomey dan Alligood 2006 ) kegiatan keperawatan bertujuan untuk memahami antar kesehatan penyakit dan kebiasaan manusia. Dengan demikian perawatan tertuju pada pronasi dan perbaikan kesehatan  serta pencegahan penyakit, Watson membuat mode proses keperawatan membantu klien dan mencapai  kesehatan atau meninggal dengan tenang. Proses keperawatan ini membutuhkan perawat yang mengetahui tentang kebiasaan manusia dan respon manusia terhadap masalah kesehatan yang sudah ada, atau berpotensi akan timbul perawat yang perlu mengetahui kebutuhan individu bagaimana responnya terhadap sesama kekuatan serta keterbatasan klien dan keluarganya selalu perawat membantu dan memberikan perhatian serta empatik pada klien dan keluarga.
Watson mengemukakan bahwa caring merupakan inti dari keperawatan. Dalam hal ini caring merupakan perwujudan dari semua faktor yang digunakan perawat dalam memberikan pelayanan kesehatan pada klien. Kemudian caring juga menekankan harga diri individu, artinya dalam melakukan praktik keperawatan, perawat senantiasa selalu menghargai klien dengan menerima kelebihan maupun kekurangan klien. Watson juga mengemukakan bahwa respon setiap individu terhadap suatu masalah kesehatan unik, artinya dalam praktik keperawatan, seorang perawat harus mampu memahami setiap respon yang berbeda dari klien terhadap penderitaan yang dialaminya dan memberikan pelayanan kesehatan yang tepat dalam setiap respon yang berbeda baik yang sedang maupun akan terjadi.
Keperawatan berfokus pada promosi kesehatan, pencegahan penyakit dan caring ditujukan untuk klien baik dalam keadaan sakit maupun sehat.Keperawatan berlandaskan kepada rasa kemanusiaan dan ilmu. Tujuan pemberian proses keperawatan melalui proses caring adalah untuk menolong masyarakat agar mendapatkan derajat kesehatan yang optimal. Watson (1999) menekankan bahwa perawat dalam hal ini sebagai care giver yang perlu memahami kesadaran dan kehadirannya dalam waktu berinteraksi dengan pasiennya.











BAB III
PENUTUP

3.1   Kesimpulan
Dapat disumpulkan bahwa konseptual dan teori keperawatan Betty Neuman model sistem dikembangkan berdasarkan pada teopri umum dan memandang keluarga sebagai suatu sistem terbuka yang bereaksi terhadap tressor dan lingkungan. Variabel klien adalah pisiologis, psikologis, sosial budaya, perkembangan dan spiritual. Entervensi terjadi melalui 3 cara pencegahan yaitu pencegahan primer, skunder, dan tresier. Model ini digunakan dalam pendidikan keperawatan, riset, admistrasi dan langsung dipelayana keperawatan.
Penggunaan model konsep keperawatn untuk menganalisis suatu konsep tertentu dapat memberikan pedoman bagi kita dalam pengembangan perangkat penilaian dan pengukuran yang lebih spesifik, handal (reliable) dan akurat. Sebab fokus utama keperawatan adalah klien, lingkungan, dan kesehatan. Dalam praktek pelayanan keperawatan,penggunaan model keperawatan akan membantu perawat dalam mendefinisikan area penilaian dan memberikan pedoman.
 Jean Watson memiliki beberapa konsep utama yaitu konsep tentang manusia, konsep tentang kesehatan, konsep tentang lingkungan, konsep tentang keperawatan (yang dijelaskan dalam makalah) dan Jean Watson berupaya untuk mendefinisikan hasil dari aktifitas keperawatan yang berhubungan dengan aspek humanistik dari kehidupan. Tindakan Keperawatan yang mengacu langsung pada pemahaman hubungan antara sehat, sakit dan perilaku manusia.






3.2             Saran
Ada beberapa saran dari penulis yang mungkin bermanfaat yaitu :
1.         Memahami akan konseptual dan teori keperawatan menurut Betty Neuman.
2.         Memahami akan konseptual dan teori keperawatan menurut Jean Watson.
3.         Sebagai seorang perawat harus mampu mengetahui konseptual dan teori keperawatan menurut Betty Neuman dan Jean Watson.





















DAFTAR PUSTAKA

·         Perry Pofter. Fundamental Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.copyrigh 2009.
·         Ns. Nasir Abdul, S.Kep ;  Ns. Muhith Abdul, S.Kep.,M.Kes;
Ns. Sajidin Muhammad, S.Kep., M.Kes; Mubarak Iqbal Wahit, S.K.M. Komunikasi Dalam Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika. 2009.
·         Hidayat Alimul Aziz A. Pengantar Konsep Dasar Keperawatan .  Jakarta : Salemba Medika. 2004.










Tidak ada komentar:

Posting Komentar