Terapi Aktivitas Kelompok ( TAK )
A.
Topik
Gangguan sensori persepsi; Halusinasi Pendengaran sesi
2
B.
Tujuan
Umum : setelah 30 menit klien mengikuti terapi
aktivitas kelompok, diharapkan klien mampu mengontrol halusinasinya dengan cara
menghardik.
Khusus :
1.
klien
dapat menjelaskan cara yang selama ini dilakukan untuk mengatasi halusinasi
2.
klien
dapat memahami cara menghardik halusinasi
3.
klien
dapat memperagakan cara menghardik halusinasi
C.
Landasan
Teori
Pada pasien gangguan jiwa dengan kasus gangguan
persepsi sensori halusinasi pendengaran. Terjadinya halusinasi dapat
menyebabkan klien menjadi menarik diri terhadap lingkungan sosialnya, hanyut
dengan kesendirian dan halusinasinya sehingga semakin jauh dari sosialisasi dengan lingkungan di
sekitarnya.
Atas dasar
tersebut, maka kami menganggap dengan terapi aktivitas kelompok ( TAK ) klien
dengan gangguan persepsi sensori dapat tertolong dalam hal sosialisasi dengan
lingkungan di sekitarnya, kriteria klien yang mengikuti terapi ini adalah klien
yang sudah mampu mengontrol dirinya dari halusinasi sehingga pada saat TAK
klien dapat bekerjasama dan tidak mengganggu anggota kelompok yang lainnya.
Halusinasi adalah gangguan persepsi panca indera tanpa
adanya rangsangan dari luar yang dapat meliputi semua system penginderaan
dimana terjadi pada saat kesadaran individu itu penuh atau baik menurut (
stuart dan sundenn,1998)
1.
Halusinasi
pendengaran
Karakteristik ditandai dengan mendengar suara,
terutama suara orang, biasanya klien mendengarkan suara orang yang sedang
membicarakan apa yang sedang dipikirkannya dan memerintahkan untuk melakukan
sesuatu.
2.
Halusinasi
penglihatan
Karakteristik ditandai dengan adanya stimulus
penglihatan dalam bentuk pancaran cahaya gambar kartun atau panorama yang luas
dan kompleks penglihatannya dapat menyenangkan juga dapat menakutkan.
3.
Halusinasi
penciuman
Karakteristik ditandai dengan adanya bau busuk, amis
dan bau yang menjijikan seperti darah, urine dan feses kadang-kadang terhirup
bau harum.
4.
Halusinasi
peraba
Karakteristik
ditandai dengan adanya rasa sakit atau tidak enak tanpa stimulus yang
terlihat. Contohnya seperti merasakan sensasi listrik dating dari tanah, benda
mati atau orang lain.
5.
Halusinasi
pengecap
Karakteristik
ditandai dengan merasakan sesuatu yang busuk,amis dan menjijikan.
D.
Klien
Karakteristik/ kriteria dan proses seleksi
1.
Klien
dengan gangguan persepsi sensori; halusinasi pendengaran.
2.
Klien
tidak mengalami perilaku agresif atau mengamuk.
3.
Klien
yang dapat berkomunikasi secara verbal.
4.
Klien
tidak memiliki gangguan pendengaran
Nama KLien :
1.
Kristin
2.
Kristina
M.E
3.
Yundinni
T
Proses seleksi
Sebelum
melakukan TAK, kelompok akan melakukan pengkajian terhadap semua pasien
diruangan Melati. Setelah mendapatkan hasil pengkajian, kelompok akan memilih
pasien dengan masalah persepsi sensori halusinasi pendengaran. Pasien yang
terpilih 8 orang dengan kriteria antara lain : klien yang kooperatif dan mampu
untuk berkomunikasi serta klien yang telah melewati TAK sesi pertama ; mengenal
halusinasi, sesi kedua; mengontrol halusinasi dengan cara menghardik, sesi
ketiga ;; mengontrol halusinasi dengan melakukan kegiatan, sesi keempat ;
mencegah halusinasi dengan bercakap-cakap, sesi kelima dengan cara patuh minum
obat.
Proses
berikutnya adalah kontrak waktu dan tempat dengan klien yaitu TAK akan
dilakukan pada hari selasa, tanggal 13 januari 2015 di ruangan Melati, pada
pukul 09.00 WIB.
E.
Pengorganisasian
1.
Waktu
danTempat pelaksanaan :
Therapy aktivitas kelompok ini dilaksanakan pada :
Hari, tanggal : Kamis, 08 Januari 2015
Waktu : Pukul 08.00- 08.30 WIB
Tempat : Ruang Melati RSJ Kelawa Atei
2.
Tim
terapis : Perawat
3.
Setting
·
Terapis
dan klien duduk bersama dalam lingkaran
·
Ruangan
nyaman dan tenang.
Skema tempat :
|
||||||||||||||
|
||||||||||||||
|
|
|||||||||||||
|
||||||||||||||
|
||||||||||||||
|
|
|||||||||||||
|
||||||||||||||
Keterangan :
L :
Leader
Co.L : Co.
Leader
P :
Pasien
F :
Fasilitator
O :
Observer
4.
Media
dan Alat
TAK kali ini tidak menggunakan alat dan media yang
spesifik, penggunaan alat ini hanya yang ada diruangan saja :
·
Spidol
·
Papan
tulis
·
Karpet
·
Papan
nama
·
Music
·
Undian
5.
Metode
·
Diskusi
dan Tanya jawab
·
Bermain
peran atau simulasi
F. Susunan
Pelaksanaan
Yang bertugas dalam TAK kali ini disesuaikan dengan
petugas setiap sesi yang telah disepakati. Sebagai berikut:
Leader : Ahmad Umar
Co. Leader : Wika Sari
Fasilitator : Doni Maranata
Observer : Wenni
U. Sadilah
Notulen :
Lati
Uraian Tugas Pelaksanaan :
1. Leader
Tugas:
·
Membuka acara
·
Menyampaikan tujuan dilakukannya TAK
·
Menyampaikan aturan kegiatan TAK
·
Menyampaikan materi sesuai tujuan TAK
·
Menjadi role model pada saat
kegiatan
·
Menciptakan situasi dan suasana yang
memungkinkan klien termotivasi untuk mengekspresikan perasaannya
·
Mengarahkan proses TAK ke arah
pencapaian tujuan dengan cara memotivasi kepada anggota kelompok untuk terlibat
dalam kegiatan
·
Menutup acara
2. Co.
Leader
Tugas:
·
Menjadi role model
·
Mengambil alih posisi leader jika leader
pasif (bloking)
·
Mengingatkan Leader jika kegiatannya
menyimpang atau ada kegiatan yang terlupakan
·
Menciptakan situasi dan suasana yang
memungkinkan klien termotivasi untuk mengekspresikan perasaannya
·
Mengarahkan proses TAK ke arah
pencapaian tujuan dengan cara memotivasi kepada anggota kelompok untuk terlibat
dalam kegiatan
3. Fasilitator
Tugas
:
·
Memfasilitasi klien dalam kegiatan
TAK
·
Mempertahankan keikutsertaan klien dalam
kegiatan
·
Mencegah gangguan atau hambatan terhadap
jalannya kegiatan
·
Memberi stimulus kepada anggota yang
kurang aktif
·
Ikut
serta dalam kegiatan kelompok dan berperan sebagai role model bagi
klien sebagai proses aktivitasi kelompok
4. Observer
Tugas:
·
Mencatat serta mengamati proses jalannya
TAK yang dilakukan oleh Leader, Co. Leader, Fasilitator dan Klien (dicatat pada
format yang tersedia)
·
Memberikan umpan balik terhadap proses
kegiatan mulai dari persiapan sampai acara selesai
·
Menyampaikan hasil observasi pada
kelompok
·
Mekanisme Kegiatan
A.
Persiapan
1. Leader
menggelar karpet
2. Leader
mempersiapkan whiteboard dan spidol
3. Leader
mempersiapkan music dari laptop/handphone dan undian
4. Leader
mengatur posisi duduk peserta
B.
Orientasi
1. Salam
terapeutik.
·
Leader menyampaikan salam terapeutik
·
Leader memperkenalkan diri kepada
anggota
·
Leader mempersilahkan anggota untuk
memperkenalkan diri
2. Validasi
·
Leader menanyakan perasaan klien saat
ini
3. Kontrak
·
Leadear menjelaskan kegiatan yang akan
dilakukan yaitu bagaimana mengontrol halusinasi dengan cara menghardik
·
Leader menjelaskan aturan main berikut :
a. Lama
kegiatan 30 menit
b. Setiap
klien mengikuti keegiatan dari awal sampai akhir.
c. Jika
ada klien yang ingin meninggalkan kelompok, harus minta izin kepada leader.
C.
Tahap Kerja
1. Fasilitator
menyalakan music dari laptop atau handphone
2. Leader
memberikan bola dan bola tersebut diberikan bergilir secara berputar sampai
music berhenti
3. Leader
meminta klien yang mendapat bola pada saat berhenti untuk menceritakan apa yang
dilakukan pada saat mengalami halusinasi dan bagaimana hasilnya. Ulangi
sampai semua pasien mendapat giliran.
4. Leader
memberikan pujian setiap klien selesai bercerita
5. Leader
menjelaskan cara mengatasi halusinasi dengan menghardik halusinasi pada saat halusinasi
muncul
6. Co-Leader
memperagakan cara menghardik halusinasi yaitu: ”Pergi, Pergi, jangan ganggu saya, kamu
suara palsu...
7. Leader
meminta semua klien untuk memperagakan cara menghardik halusinasi
8. Fasilitator
membagikan undian
9. Leader
meminta masing-masing klien untuk memperagakan cara menghardik halusinasi
sesuai urutan undian
10. Leader
memberikan pujian dan mengajak semua klien bertepuk tangan setiap klien
memperagakan menghardik halusinasi
D.
Tahap Terminasi
1. Evaluasi
·
Leader menanyakan perasaan klien setelah
mengikuti kegiatan.
·
Leader memberikan pujian atas
keberhasilan kelompok.
2. Tindak
Lanjut
·
Leader mengajarkan klien untuk
menerapkan cara yang telah dipelajari jika halusinasi muncul
3. Kontrak
yang akan datang
·
Leader membuat kesepakatan dengan klien
untuk TAK berikutnya yaitu cara mengontrol halusinasi dengan
melakukan kegiatan terjadwal
·
Leader membuat kesepakatan waktu dan
tempat TAK berikutnya
E.
Evaluasi
dan Dokumentasi
Evaluasi dilakukan pada saat proses TAK berlangsung
khususnya pada tahap kerja untuk menilai kemampuan klien melakukan TAK. Aspek
yang dievaluasi adalah kemampuan klien sesuai dengan tujuan TAK. Untuk TAK sesi
2 dievaluasi kemampuan klien mengontrol halusinasi dengan cara menghardik
menggunakan formulir evaluasi.
|
No
|
Nama klien
|
Menyebutkan cara yang
selama ini digunakan untuk mengatasi halusinasi
|
Menyebutkan efektifitas
cara yang di gunakan
|
Menyebutkan cara mengatasi
halusinasi dengan menghardik
|
|
1
|
Ny. K
|
|
|
|
|
2
|
Ny. M
|
|
|
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar