Jumat, 23 Januari 2015

TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK ( TAK)



Terapi Aktivitas Kelompok ( TAK )
A.      Topik
Gangguan sensori persepsi; Halusinasi Pendengaran sesi 2
B.       Tujuan
Umum : setelah 30 menit klien mengikuti terapi aktivitas kelompok, diharapkan klien mampu mengontrol halusinasinya dengan cara menghardik.
Khusus :
1.      klien dapat menjelaskan cara yang selama ini dilakukan untuk mengatasi halusinasi
2.      klien dapat memahami cara menghardik halusinasi
3.      klien dapat memperagakan cara menghardik halusinasi
C.       Landasan Teori
Pada pasien gangguan jiwa dengan kasus gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran. Terjadinya halusinasi dapat menyebabkan klien menjadi menarik diri terhadap lingkungan sosialnya, hanyut dengan kesendirian dan halusinasinya sehingga semakin jauh  dari sosialisasi dengan lingkungan di sekitarnya.
     Atas dasar tersebut, maka kami menganggap dengan terapi aktivitas kelompok ( TAK ) klien dengan gangguan persepsi sensori dapat tertolong dalam hal sosialisasi dengan lingkungan di sekitarnya, kriteria klien yang mengikuti terapi ini adalah klien yang sudah mampu mengontrol dirinya dari halusinasi sehingga pada saat TAK klien dapat bekerjasama dan tidak mengganggu anggota kelompok yang lainnya.
Halusinasi adalah gangguan persepsi panca indera tanpa adanya rangsangan dari luar yang dapat meliputi semua system penginderaan dimana terjadi pada saat kesadaran individu itu penuh atau baik menurut ( stuart dan sundenn,1998)
1.      Halusinasi pendengaran
Karakteristik ditandai dengan mendengar suara, terutama suara orang, biasanya klien mendengarkan suara orang yang sedang membicarakan apa yang sedang dipikirkannya dan memerintahkan untuk melakukan sesuatu.
2.      Halusinasi penglihatan
Karakteristik ditandai dengan adanya stimulus penglihatan dalam bentuk pancaran cahaya gambar kartun atau panorama yang luas dan kompleks penglihatannya dapat menyenangkan juga dapat menakutkan.
3.      Halusinasi penciuman
Karakteristik ditandai dengan adanya bau busuk, amis dan bau yang menjijikan seperti darah, urine dan feses kadang-kadang terhirup bau harum.
4.      Halusinasi peraba
Karakteristik  ditandai dengan adanya rasa sakit atau tidak enak tanpa stimulus yang terlihat. Contohnya seperti merasakan sensasi listrik dating dari tanah, benda mati atau orang lain.
5.      Halusinasi pengecap
Karakteristik  ditandai dengan merasakan sesuatu yang busuk,amis dan menjijikan.

D.       Klien
Karakteristik/ kriteria dan proses seleksi
1.      Klien dengan gangguan persepsi sensori; halusinasi pendengaran.
2.      Klien tidak mengalami perilaku agresif atau mengamuk.
3.      Klien yang dapat berkomunikasi secara verbal.
4.      Klien tidak memiliki gangguan pendengaran
Nama KLien :
1.         Kristin
2.         Kristina M.E
3.         Yundinni T
Proses seleksi
            Sebelum melakukan TAK, kelompok akan melakukan pengkajian terhadap semua pasien diruangan Melati. Setelah mendapatkan hasil pengkajian, kelompok akan memilih pasien dengan masalah persepsi sensori halusinasi pendengaran. Pasien yang terpilih 8 orang dengan kriteria antara lain : klien yang kooperatif dan mampu untuk berkomunikasi serta klien yang telah melewati TAK sesi pertama ; mengenal halusinasi, sesi kedua; mengontrol halusinasi dengan cara menghardik, sesi ketiga ;; mengontrol halusinasi dengan melakukan kegiatan, sesi keempat ; mencegah halusinasi dengan bercakap-cakap, sesi kelima dengan cara patuh minum obat.
            Proses berikutnya adalah kontrak waktu dan tempat dengan klien yaitu TAK akan dilakukan pada hari selasa, tanggal 13 januari 2015 di ruangan Melati, pada pukul 09.00 WIB.

E.   Pengorganisasian
1.      Waktu danTempat pelaksanaan :
Therapy aktivitas kelompok ini dilaksanakan pada :
Hari, tanggal : Kamis, 08 Januari 2015
Waktu            : Pukul 08.00- 08.30 WIB
Tempat          : Ruang Melati RSJ Kelawa Atei
2.      Tim terapis : Perawat
3.      Setting
·         Terapis dan klien duduk bersama dalam lingkaran
·         Ruangan nyaman dan tenang.
Skema tempat :

















L
 



O
 



P
 

P
 



F
 



F
 



P
 

P
 




CO.L
 
 











Keterangan :
L           : Leader
Co.L     : Co. Leader
P           : Pasien
F           : Fasilitator
O          : Observer

4.      Media dan Alat
TAK kali ini tidak menggunakan alat dan media yang spesifik, penggunaan alat ini hanya yang ada diruangan saja :
·           Spidol
·           Papan tulis
·           Karpet
·           Papan nama
·           Music
·           Undian
5.      Metode
·         Diskusi dan Tanya jawab
·         Bermain peran atau simulasi

F.    Susunan Pelaksanaan
Yang bertugas dalam TAK kali ini disesuaikan dengan petugas setiap sesi yang telah disepakati. Sebagai berikut:
Leader             :           Ahmad Umar
Co. Leader      :           Wika Sari
Fasilitator                  Doni Maranata
Observer          :           Wenni U. Sadilah
Notulen           :           Lati
Uraian Tugas Pelaksanaan :
1.      Leader
Tugas:
·         Membuka acara
·         Menyampaikan tujuan dilakukannya TAK
·         Menyampaikan aturan kegiatan TAK
·         Menyampaikan materi sesuai tujuan TAK
·         Menjadi role model pada saat kegiatan
·         Menciptakan situasi dan suasana yang memungkinkan klien termotivasi untuk mengekspresikan perasaannya
·         Mengarahkan proses TAK ke arah pencapaian tujuan dengan cara memotivasi kepada anggota kelompok untuk terlibat dalam kegiatan
·         Menutup acara
2.      Co. Leader
Tugas:
·         Menjadi role model
·         Mengambil alih posisi leader jika leader pasif (bloking)
·         Mengingatkan Leader jika kegiatannya menyimpang atau ada kegiatan yang terlupakan
·         Menciptakan situasi dan suasana yang memungkinkan klien termotivasi untuk mengekspresikan perasaannya
·         Mengarahkan proses TAK ke arah pencapaian tujuan dengan cara memotivasi kepada anggota kelompok untuk terlibat dalam kegiatan
3.      Fasilitator
Tugas :
·         Memfasilitasi  klien dalam kegiatan TAK
·         Mempertahankan keikutsertaan klien dalam kegiatan
·         Mencegah gangguan atau hambatan terhadap jalannya kegiatan
·         Memberi stimulus kepada anggota yang kurang aktif
·         Ikut serta dalam kegiatan kelompok dan berperan sebagai role model bagi klien sebagai proses aktivitasi kelompok
4.       Observer
Tugas:
·         Mencatat serta mengamati proses jalannya TAK yang dilakukan oleh Leader, Co. Leader, Fasilitator dan Klien (dicatat pada format yang tersedia)
·         Memberikan umpan balik terhadap proses kegiatan mulai dari persiapan sampai acara selesai
·         Menyampaikan hasil observasi pada kelompok
·         Mekanisme Kegiatan

A.      Persiapan
1.      Leader menggelar karpet
2.      Leader mempersiapkan whiteboard dan spidol
3.      Leader mempersiapkan music dari laptop/handphone dan undian
4.      Leader mengatur posisi duduk peserta
B.       Orientasi
1.       Salam terapeutik.
·         Leader menyampaikan salam terapeutik
·         Leader memperkenalkan diri kepada anggota
·         Leader mempersilahkan anggota untuk memperkenalkan diri
2.       Validasi
·         Leader menanyakan perasaan klien saat ini
3.      Kontrak
·         Leadear menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan yaitu bagaimana mengontrol halusinasi dengan cara menghardik
·         Leader menjelaskan aturan main berikut :
a.       Lama kegiatan 30 menit
b.      Setiap klien mengikuti keegiatan dari awal sampai akhir.
c.       Jika ada klien yang ingin meninggalkan kelompok, harus minta izin kepada leader.
C.       Tahap Kerja
1.      Fasilitator menyalakan music dari laptop atau handphone
2.      Leader memberikan bola dan bola tersebut diberikan bergilir secara berputar sampai music berhenti
3.      Leader meminta klien yang mendapat bola pada saat berhenti untuk menceritakan apa yang dilakukan pada saat mengalami halusinasi dan bagaimana hasilnya. Ulangi sampai semua pasien mendapat giliran.
4.      Leader memberikan pujian setiap klien selesai bercerita
5.      Leader menjelaskan cara mengatasi halusinasi dengan menghardik halusinasi pada saat halusinasi muncul
6.      Co-Leader memperagakan cara menghardik halusinasi yaitu: ”Pergi, Pergi, jangan ganggu saya, kamu suara palsu...
7.      Leader meminta semua klien untuk memperagakan cara menghardik halusinasi
8.      Fasilitator membagikan undian
9.      Leader meminta masing-masing klien untuk memperagakan cara menghardik halusinasi sesuai urutan undian
10.  Leader memberikan pujian dan mengajak semua klien bertepuk tangan setiap klien memperagakan menghardik halusinasi

D.      Tahap Terminasi
1.      Evaluasi
·         Leader menanyakan perasaan klien setelah mengikuti kegiatan.
·         Leader memberikan pujian atas keberhasilan kelompok.
2.      Tindak Lanjut
·         Leader mengajarkan klien untuk menerapkan cara yang telah dipelajari jika halusinasi muncul
3.      Kontrak yang akan datang
·         Leader membuat kesepakatan dengan klien untuk TAK berikutnya yaitu cara mengontrol halusinasi dengan melakukan kegiatan terjadwal
·         Leader membuat kesepakatan waktu dan tempat TAK berikutnya

E.       Evaluasi dan Dokumentasi
Evaluasi dilakukan pada saat proses TAK berlangsung khususnya pada tahap kerja untuk menilai kemampuan klien melakukan TAK. Aspek yang dievaluasi adalah kemampuan klien sesuai dengan tujuan TAK. Untuk TAK sesi 2 dievaluasi kemampuan klien mengontrol halusinasi dengan cara menghardik menggunakan formulir evaluasi.

No
 Nama klien
Menyebutkan cara yang selama ini digunakan untuk mengatasi halusinasi
Menyebutkan efektifitas cara yang di gunakan
Menyebutkan cara mengatasi halusinasi dengan menghardik
1
Ny. K



2
Ny. M




Tidak ada komentar:

Posting Komentar