Selasa, 28 Januari 2014

makalah keperawatan tentang remaja




BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Dalam siklus kehidupan, masa remaja merupakan masa keemasan. Pada masa ini terjadi banyak perubahan dan masalah, yang jika tidak cepat di tangani akan menjadi masalah yang berkepanjangan dan berdampak serius. Salah satu masalah remaja yang memerlukan perhatian adalah masalah kesehatan, dimana kesehatan merupakan elemen penting manusia untuk dapat hidup produktif. Remaja yang sehat adalah remaja yang produktif sesuai dengan tingkat perkembangannya.
Remaja adalah harapan bangsa, sehingga berlebihan jika dikatakan bahwa masa depan bangsa yang akan datang akan ditentukan pada keadaan remaja saat ini masa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak-anak ke masa dewasa. Masa ini sering disebut dengan masa pubertas. Namun demikian, menurut beberapa ahli, selain istilah pubertas digunakan juga istilah adolesens ( dalam bahasa inggris adolescence ).
Remaja mempunyai kebutuhan nutrisi yang spesial, karena pada saat tersebut terjadi perubahan yang pesat dan terjadi perubahan kematangan fisiologis sehubungan dengan timbulnya pubertas. Perubahan pada masa remaja akan memengaruhi kebutuhan , absropsi serta penggunaan zat gizi  hal ini di sertai dengan pembesaran organ dan jaringan organ tubuh yang pesat. Perubahan hormon yang menyertai pubertas juga menyebabkan banyak perubahan fisiologis yang memengaruhi kebutuhan gizi pada remaja.
Selama ini perhatian masyarakat tertuju pada upaya peningkatan fisik dan kurang memeperhatikan non fisik, yang juga merupakan faktor penentu dalam keberhasilan seseorang remaja di kemudian hari. Faktor mental emosional yang tidak di perhatikan menyebabkan seorang remaja hanya sehat fisiknya, namun secara pisikologi  rentan terhadap stres dan tekanan hidup. Remaja yang demikian akan mudah mengalami masalah mental emosional dan perilaku, seperti kesulitan belajar, kecemasan, kenakalan remaja, dan ketergantungan NAPZA.  


1.2  Rumusan Masalah
1.2.1                  Apa definisi Remaja?
1.2.2                  Apa Masalah Kesehatan Pada Remaja ?
1.2.3                  Bagaimana Cara Mengatasi Masalah Kesehatan Pada Remaja ?

1.3  Tujuan Penulisan
1.3.1                  Untuk Mengetahui Definisi Remaja.
1.3.2                  Untuk Mengetahui Masalah Kesehtan Pada Remaja.
1.3.3                  Untuk Mengetahui Cara Mengatasi Masalah Kesehatan Pada Remaja.

1.4  Metode Penulisan
Dalam penulisan ini penulis menggunakan  metode kajian pustaka untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan judul makalah.
















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Definisi Remaja
            Remaja berasal dari kata latin  adolensence yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Istilah adolensence mempunyai arti yang lebih luas lagi yang mencakup kematangan mental, emosi onal social dan fisik (Hurlock, 1992). Pada masa ini sebenarnya tidak mempunyai tempat yang jelas karena tidak termasuk golongan anak tetapi tidak juga golongan dewasa atau tua.
Seperti yang dikemukakan oleh Calon (dalam Monks, dkk 1994) bahwa masa remaja menunjukkan dengan jelas sifat transisi atau peralihan karena remaja belum memperoleh status dewasa dan tidak lagi memiliki status anak. Menurut Sri Rumini & Siti Sundari (2004: 53) masa remaja adalah peralihan dari masa anak dengan masa dewasa yang mengalami perkembangan semua aspek/ fungsi untuk memasuki masa dewasa.
            Masa remaja adalah masa yang sangat menentukan dalam perkembangan biologis dan fisikologis seseorang. Perkembangan ini dipengaruhi oleh perkembangan lingkungan dan sosial karena pada masa remaja terjadi pertumbuhan pesat baik dari segi fisik maupun mental perubahan fisik dan mental terjadi karena pengaruh hormon-hormon pertumbuhan yang mempengaruhi kondisi emosi cara berfikir, cara memandang dan memutuskan masalah, dan akhirnya mempengaruhi pola cara perilaku remaja. Apa bila remaja tidak di bekali dengan pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang dirinya dan masalah-masalah yang ada di sekitarnya, perubahan fisik dan mental yang terjadi dapat mengakibatkan penyimpangan perilaku pada remaja.
            Dalam rangka mencari identitas diri, remaja sering melakukan eksperimen coba-coba, melakukan hal-hal yang menantang agar tampak seperti jagoan atau untuk menarik perhatian dan sekedar mendapat pengakuan bahwa dirinya hebat. Pada masa remaja di pengaruhi teman sebaya lebih kuat dari pada pengaruh orang tua ataupun guru, sehingga apapun pendapat dan kata teman, buat seorang lebih punya arti dari pada yang lainnya.
            Remaja mempunyai kebutuhan nutrisir yang spesial, karena pada saat tersebut terji pertumbuhan yang pesat dan terjadi perubahan kematangan fisiologis sehubungan dengan timbulnya pubertas. Perubahan masa remaja akan mempengaruhi kebutuhan, absorpsi, serta cara penggunaan zat gizi. Hal ini di sertai dengan pembesaran organ dan jaringan tubuh yang cepat. Perubahan hormon yang menyertai pubertas juga menyebabkan banyaknya perubahan fisiologis yang mempengaruhi kebutuhan gizi pada remaja.

2.2 Masalah kesehatan pada remaja
            Remaja merupakan dimana seseorang mengalami perkembangan untuk mencapai kematangan mental, emosional, sosial, dan fisik. Banyak persoalan yang di hadapi para remaja yang berkaitan dengan masalah gzi. Masal-masalah gizi yang biasa di alami pada masa remaja adalah obesitas dan anemia
OBESITAS                            
            Obesitas biasa disebut dalam bahasa awam sebagai kegemukan atau berat badan yang berlebihan sebagai akbat perhimpuan lemak tubuh yang berlebihan. Permasalahan ini terjadi hampir di seluruh dunia dengan prevalensi yang semakin menngkat baik di negara-negara maju ataupun berkembang, termasuk di indonesia. Di kalangan remaja , obesitas merupakan permasalahan yang merisaukan, karena dapat menurunkan rasa percaya diri seseorang dan menyebabkan gangguan fisikologis yang serius. Belum lagi kemungkinan diskriminasi di lingkungan sekitar. Dapat di bayangkan jika obesitas terjadi pada remaja, maka remaja tersebut akan tumbuh menjadi remaja yang kurang percaya diri.
            Dari hasil penelitian di ketahui bahwa mereka yang mengalami obesitas ( overweight) saat remaja diketahui 3-4 kali lebih beresiko mengalami penyakit jantung yang berujung pada kematian serta beresiko 2-3 kali terhadap penyakit kanker kolon dan penyakit pernafasan seperti asma dan emfisemat. Rata-rata wanita memiliki lemak tubuh yang lebuh banyak di bandingkan pria, perbandingan yang norml antara lemak tubuh dengan berat badan adalah sekitar 25-30% pada wanta; dan 18-23% pada pria. Wanita dengan lemak tubuh lebh dar 30%, dan pria dengan lemak tubuh lebih dari 25% dianggap mengalami obesitas.
Penyebab Obesitas:
  Menurut Mu’tadin ( 2002 ) ada beberapa faktor pencetus obesitas di antaranya :
 1. faktor genetik
 2. pola makan yang berlebih.
3. Kurang aktivitas
4. Emosi
5. Lingkungan

Cara mengatasi obesitas :
  1. Menjaga pola makan yang teratur atau tidak berlebih sesuai dengan kebutuhan tubuh.
  2.  Berolahraga yang teratur
  3. Mengontrol emosi

ANEMIA.
            Anemia adalah suatu keadaan dimana kadar hemoglobin dan eritrosit lebih rendah dari normal. Pada pria hemoglobin norma adalah 14-18gr% dan eritrosit 4,5-5,5 jt/mm³. sedangkan pada wanita hemoglobin normal adalah 12-16gr% dan eritrosit 3,5-4,5jt/mm³. anemia pada remaja dapat berdampak pada menurunya produktivitas kerja ataupun kemampuan akdemis di sekolah, karena tidak adanya gairah belajar dan konsentrasi, anemia juga dapat mengganggu pertumbuhan dimana tinggi dan berat badan menjadi tidak sempurna selain itu daya tahan tubuh akan menurun sehingga mudah terserang penyakit.
            Pada umumnya anemia lebih serng terjadi pada wanita dan remaja putri di bandingkan dengan pria yang sangat di sayangkan adalah kebanyakan penderita tidak tahu atau tidak menyadarinya. Bahkan ketika tahu pun masih menganggap anemia sebagai masalah sepele remaja putri mudah terserang anemia.
Cara mengatasi anemia
  Makan-makanan yang bnayak mengandung zat besi dari bahan hewani ( daging, ikan, ayam, hati, dan telur ) dan dari bahan nabati ( sayuran yang berwarna hijau tua, kacang-kacangan dan tempe) .
  Banyak makan-makanan sumber vitamin C yang bermanfaat untuk meningkatkan penyerapan zat besi misalnya jambu, jeruk, tomat dan nanas.
  Minum tablet penambah darah setiap hari khususnya saat mengalami haid.
  Bila merasakan adanya tanda dan gejala anemia, segera konsultasi ke dokter untuk di cari penyebabnya dan pengobatan.
Penyebab Anemia
  Kurangnya asupan zat besi
  Berkurangnya zat besi dalam makanan
  Meningkatnya kebutuhan zat besi
  Kehilangan dara yang kronis
  Penyakit malaria
  Cacing tambang
  Infeksi-infeksi lain serta pengetahuan yang kurang tentang anemia.
 MASALAH KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA REMAJA
Masa remaja adalah masa yang paling indah, demikian pendapat sebagian orang masa remaja yang indah ini tentunya akan terwujud apabila para remaja memiliki kesehatan yang baik.
Gigi Berlubang
Hampir setiap orang pernah merasakan sakit gigi. Faktor penyebabnya bisa bermacam-macam, tetapi kebanyakan orang sakit gigi kahrena giginya berubang besar dan sudah mengenai bagian pulpa. Gigi berlubang atau karies adalah penyakit jaringan keras gigi akbat aktivits bakteri yang menyebabkan terjadinya pelunakkan dan selanjutnya terjadi lubang / rongga pada gigi.
Gusi Berdarah
            Masalah gusi berdarah seringkali di keluhkan oleh para remaja biasanya terjadi tiba-tiba saat sedang menyikat gigi. Hal ini menunjukkan adanya peradangan pada gusi yang di sebut dengan ginginvitis. Peradangan pada gusi ini biasanya di sebabkan oleh buruknya kebersihan mulut, sehngga terjadi penumpukan flak yang kemudian dapat mengiritasi gusi.

Sariawan
            Sariawan merupkan bahasa awam untuk berbagi macam lesi/luka yang timbul di rongga mulut, namun biasanya sariawan yang sering timbul sehari-hari pada rongga mulut di sebut stomatitis Aftosa Recurent ( SAR ).
Bau Mulut
            Bau mulut atau halitosis pada saat berbicara sering tidak di sadari oleh penderitanya. Dia baru menyadari saat lawan bicaranya menjauh sedikit demi sedkit atau membandingkan muka saat berdekatan. Hal ini bisa berlangsung lama bila tidak ada sahabat atau teman kita yang mau memberitahu. Setelah menyadari adanya bau yang tak sedap keluar dari mulut maka biasanya orang akan menjadi minder, rendah diri dan membatasi berkomunikasi dengan rekannya.
Pewarnaan Gigi
            Perwarnaan gigi dapat mengurangi keindahan penampilan dan mempengaruhi rasa percaya diri seseorang. Hal ini terjadi pada anak-anak dan remaja yang sangat memperhatikan penampilannya.
Cara Pemeliharaan Kesehatan Gigi Dan Mulut Pada Remaja
Bersihkan Gigi Secara Rutin
Ada lima hal harus diperhatikan dalam melakukan penyikatan gigi guna memperoleh hasil yang efektif.kelima hal tersebut adalah :
1.tepat memilih sikat gigi
2.tepat cata menyikat gigi
3.tepat waktu menyikat gigi
4.tepat lamanya menyikat gigi
5.teliti dalam menyikat gigi
Syarat-syarat  sikat gigi yang baik adalah tangkainya lurus sehingga mudah dipegang ;ujung kepala sikat kecil dan membulat sehingga mudah masuk didaerah mulut;beserta bulu sikat sedang,lembut,dan datar. cara menyikat  gigi yang baik dan disarankan adalah :
1.         penyikatan dilakukan Pada seluruh penyikatan gigi
2.         menggunakan gerakan naik turun untuk permukaan gigi yang menghadapi pipi, bibir, dan lidah.
3.         penyikatan dengan gerakan maju mundur untuk permukaan yang digunakan untuk mengunyah makanan.
Waktu menyikat gigi yang tepat adalah setiap habis makan dan sebelum tidur malam. Lamanya menyikat gigi kurang lebih 2 menit, dengan 5-10 gerakan untuk setiap bagian. Agar pembersihan pada daerah celah diantara dua gigi lebih maksimal, maka dianjurkan menggunakan benang gigi ( dental floss). Selain pada gigi, penyikatan pada lidah juga perlu dilakukan untuk membersihkan lidah dari kotoran yang dapat menimbulkan bau mulut.
Hindari Konsumsi Makanan Dan Minuman yang Manis Dan lengket
Makanan dan minuman yang manis dan lengket dan disukai remaja seperti permen, coklat, caramel, minuman bersoda, es krim, dan sebagainya dapat meneyebabkan timbulnya suasana asam didalam mulut, sehingga dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan gigi dan mulut seperti telah dijelaskan sebelumnya. Perbanyaklah mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan yang berserat dan berair yang baik untuk kesehatan tubuh dan gigi, karena didalamnya mengandng vitamin C yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Contohnya adalah brokoli, semangka, jeruk, apel, dsb. Selain itu juga perlu dihindari makanan-makanan yang terlalu panas atau dingin, makanan yang dapat menimbulkan bau mulur, serta hindari rokok.
Periksakan Gigi Secara Berkala
Pemeriksaan gigi secara berkala dengna mengunjungi dokter gigi perlu dilakukan minimal 6 bulan sekali, agar masalah-masalah kesehatan gigi dan mulut yang ada dapat diatasi sedini mungkin. Jangan menunggu hingga

2.3  Cara Mengatasi Masalah Kesehatan Pada Remaja
            Menurut Cutrona’s (1990) dalam stewart (1996) ada lima jenis dukungan sosial yang dapat di berikan pada seseorang yaitu sebagai berikut :
1.        Dukungan Emosional
       Bagi remaja, dukungan emosional ini sangat diharapkan karena remaja pada masa pencarian identitas diri. Adanya dukungan emosional membuat remaja merasa nyaman dan dapat meningkatkan rasa percaya diri yang tentunya akan berdampak pada kemampuan remaja menemukan identitas dirinya.
2.   Dukungan Intregitas Sosial
Jenis dukungan ini memungkinkan remaja untuk mendapatkan perasaaan di terima dan  memiliki suatu kelompok dimana mereka saling membagi perasaan, minat, perhatian, dan melakukan kegiatan kreatif
 3.   Dukungan Penghargaan
       Dukungan jenis ini sangat membantu remaja dalam meningkatkan harga dirinya, karena remaja mendapatkan penghargaan atau pengakuan dari orang lain. Penghargaan ini sangat bermanfaat untuk mencegah remaja menggunakan napza sebagai jalan keluar mengatasi rasa minder atau pada diri rendah.
4.         Dukungan Instrumental
       Dukungan instrumental ini meliputi bantuan langsung seperti buku, uang, makanan, atau obat-obatan. Dukungan instrumental yang diberikan pada remaja mendukung terselenggaranya kegiatan kerja bakti, diskusi remaja dan sebagainya.
5.   Dukungan Informasi
Dukungan informasi yang di berikan dapat berupa nasihat , saran, atau umpan balik tentang keadaan remaja.
6          Dukungan Keluarga
Keluarga mempunyai peran penting dalam memberikan dukungan kepada anaknya
khususnya orang tua karena peran orang tua sangat besar dalam mendidik anaknya dan menasihati anaknya

Masalah Kesehatan Jiwa Yang  Sering Terjadi Pada Usia Remaja:
1.       Kegagalan di Sekolah atau Kesulitan Belajar.
     Kegagalan di sekolah berarti tidak dapat mengikuti pelajaran di kelas. Penyebabnya dapat berupa :
·         Gangguan organic yaitu disebabkan oleh perkembangan otak yang terlambat, penyakitatau trauma susunan saraf pusat (otak), penglihatan dan pendengaran serta kelemahan fisik (lelah atau sakit).
·         Cara murid belajar atau cara guru mengajar. Anak yang memiliki kecerdasan. Anak yang memiliki kecerdasan yang sama, bias saja mempunyai penangkapan yang berada dengan anak lainnya.
·         Masalah emisonal.
·         Masalah social atau ekonomi, misalnya ayah baru meninggal atau menganggur sehingga anak terpaksa berkerja untuk membantuk keluarganya.
2.         Masalah Perilaku
            Masalah perilaku meliputi membolos, mencuri, berbohong, agresi, tidak patuh, kenakalan remaja dan kebebasan seks.Seorang remaja  dapat saja mengalami salah satu atau lebih dari permasalahan itu. Hal ini perlu penanganan yang sungguh-sungguh, bila permasalahannya banyak atau mempunyai dampak terhadap orang lain. Masalah perilaku sering terjadi karena anak remaja menjadi bosan dan tidak ada minat terhadap kehidupan di sekelilingnya. Dan ia berkelompok dengan anak-anak lain yang memiliki perasaan yang sama. Keadaan ini sering pula terjadi bila anak merasa gagal disekolah atau ia merasa tidak disayang atau tidak diperhatikan dirumah. Melibatkan anak yang kegiatan-kegiatan yang bermakna seperti di OSIS, olahraga, dll, akan sangat membantu mengatasi masalahnya karena anak berjumpa dengan kawan yang berperilaku baik yang dapat menolongnya.
3.         Masalah Emosi
            Masalah emosional dapat tergambar dalam bentuk gejala-gejala muda menangis, murung ,sedih, takut, cemas atau kuatir . Bila anak merasa sangat menderita atau putus asa, atau sangat marah dan membenci, ia mungkin mencoba untuk melukai dirinya sendiri. Permasalahan ini mungkin sudah berlangsung lama atau baru saja mucnculnya. Bila baru terjadi,      sering kali dicetuskan oleh suatu kejadian misalnya setelah kematian orang yang dicintai, putus pacar atau kuatir terhada pujian yang dirasakant erlaluberat, tidak menyukai seorang guru dll. Remaja yang sedang mengalami masalah ini membutuhkan seseorang yang bias mengerti dan dapat dipercaya sebagai tempat mencurahkan isi hatinya. Bisa seperti seorang dewasa seperti guru, orang tua, dapat pula teman terutama mencurahkan yang dirahasiakan pada orang tua.


4.         Keluhan-Keluhan Jasmani Tanpa Sebab Fisik
            Keluhan ini dapat meliputi rasa nyeri atau sakit ( kepala,perut,otot, dll), kelemahan atau bahkan kelumpuhan lengan atau tungkai, tidak bias membicarakan, keletihan, merasa ada tekanan atau rasa berat dikepala, sesak nafas, tidak mampu berkonsetrasi, ingatan yang lemah atau mudah lupa dll. Kadang-kadan g keluhan jasmaniah merupakan tanda adanya kesedihan, kemurungan, kesalahan atau kecemasan anak yang mengalami hal seperti diatas sering tidak masuk sekolah karena alas an sakit,padahal dokter tidak menemukan kelainan jasmani.Untuk mengatasi keadaan ini perlu diperhatikan hal-hal atau masalah yang melatar belakangi keluhan tersebut .Pemberian obat-obatan yang berlebihan akan dapat mengakibatkan anak tersebut menjadi pada obat dan tetap tidak menyadari keadaana dan ya masalah tersebut.
5.         Gangguan Psikosis
            Ganguan psikosis terkadang-kadang muncul pada usia 12-16 tahun, yang ditandai oleh gangguan pada kemampuan menilai realitas, gangguan emosi, proses piker dan perilaku. Anak yang tadinya baik-baik saja, tiba-tiba perilakunya aneh, menarik diri dari lingkungan, kadang-kadang berbicara atau tertawa sendiri, bicaranya sulit dipahami, mendengar suara-suara yang berbicara padanya sedangkan orang lain tidak dapat mendengarnya ( halusinasi), gangguan tidur, dll. Gangguan ini bias terjadi secara mendadak dan dicetuskan oleh suatu kejadian, tapi dapar pula terjadi secara perlahan-lahan.Anak yang mengalami gangguan ini harus di bawa berobat fasilitas kesehatan.
6.         Gangguan Kepribadian
            Kepribadian adalah gangguan dari segala sifat, pola reaksi dan perilaku seseorang yang menjadi cirri khas dari orang tersebut yang menentukan sikap dan daya penyesuaiannya terhadap lingkungannya. Ciri ini relative menetap dan dapar diperkirakan sebelumnya, memberikan gambar tentang kepribadian seseorang seperti seseorang yang selalu periang, penyedih, pemarah, bersifat kaku, ingin menarik perhatian orang, pemberani, suka menolong dll.
            Seseorang dengan gangguan kepribadian menunjukan sikap dan sifat yang relative menetap sebagai berikut :
a.          Orang yang seolah-olah, tidak dapat belajar dari pengalaman hidupnya, walau pun sudah diperingatkan berkali-kali tentang suatu perbuatan atau perilaku, tapi dia tetap mengulanginya hanya untuk pemuasan diri.
b.         Orang yang selalu menderita oleh perbuatannya sendiri, dan membuat orang lain di lingkungannya ikut menderita .orang tersebut tidak mempedulikan akibat dari perbuatannya.
c.         Orang  yang tidak merasa berdosa, walau pun melakukan yang sangat tercela.
d.         Orang yang melakukan tindak kekerasan tanpa perasaan menyesal atau iba melihat orang lain menderita.

e.         Orang yang dalam bergurau sering melampau batas kewajaran sehingga orang lain di sekitarnya menderita.
f.          Orang yang selalu melakukan perbuatan yang sangat mengejutkan orang lain di sekitarnya.
g.         Orang yang selalu hidup secara tidak bertanggung jawab, santai tidak mau bekerjamu dan terseret kedalam tindakan yang merugikan, mungkin menjadi pemabuk, penjudi, penganggur, penipu, penondong, perampok,dsb.
h.         Orang yang tidak mampu mengendalikan implus (dorongan) dan selalu terjadi ledakan amarah yang tidak terkendali pada saat kejadian itu.
i.          Orang yang bertingkah laku selalu ingin menarik perhatian orang lain, kadang-kadang bergaya mencolok dan berlebihan sehingga lebih tampak dramatik.
7.         Penyalah gunaan Zat ( Narkotik, Alkohol, dan Zat adiktif lain)
            Penyalah gunaan zat adalah penggunaan zat secara patologis (di luar tujuan pengobatan) yang sudah berlangsung selama paling sedikit satu bulan berturut-turut dan menimbulkan gangguan dalam fungsi social atau pekerjaan .Penyalah gunaan zat dapat menimbulkan ketergantungan. Seseorang dikatakan ketergantungan zat bila orang tersebut tidak mungkin baginya menghentikan pemakaian. Biasanya ketergantungan terjadi setelah pemakaian jangka panjang secara teratur. Ketergantungan ini dapat dalam bentuk ketagihan secara fisik atau psikologis. Pada ketergantungan fisik, pemakaian akan mengalami gejala putus zat bila ketergantungan pada alkohol, bila menghentikan pemakaiannya akan mengalami tidak bias tidur, mudah tersinggung, tangan gemetar, ketakutan, bingung dan bahkan kejang. Begitu pula pada pemakaian opium, bila dihentikan akan mengalami rasa sakit sekali pada otot-otot, keram lambung, muntah, diare, berkeringat dan tidak bias tidur.
            Penyalah gunaan zat dapat menimbulkan masalah terhadap diri sendiri, keluarga, lingkungan, masyarakat, bangsa dan Negara. Masalah tersebut diantaranya meliputi :masalah kesehatan, perilaku, sekolah, pekerjaan, keuangan, keluarga, hukum, dsb. Penyalah gunaan zat sering pula menimbulkan masalah psikologis dan emosional yang kadang-kadang di sertai penurunan daya ingat. Masalah kesehatan yang sering dijumpai adalah kekurangan vitamin, penyakit paru-paru, hati, lambung dan ginjal. Kecelakaan lalu lintas, jatuh, terbakar dan kecelakaan yang berhubungan dengan pekerjaan sering terjadi pada orang ketergantungan alkohol.
            Penemuan dini penyalah gunaan zat bukan merupakan suatu hal yang mudah, namun hal ini penting sekali aritnya dalam menentukan sikap selanjutnya. Dalam upaya penemuan dini perlu diketahui hal-hal yang mencurigakan :
·         Prestasi belajar menurun.
·         Sering membolos atau meninggalkan sekolah.
·         Sering membuat masalah dengan teman, guru, atau murid sekolah lain.
·         Sering memakai uang sekolah, mencuri, berhutang atau mengompas.
·         Lekas marah, tersinggung, sikap kasar, tidak sabar dan egois.
·         Penampilan diri menurun, wajah murung, loyo, ngantuk, kurang bergairah, acuh tak acuh, sering melamun, disiplin dan sopan santun menurun, pemakaian kotor dan lusuh, cara pembicaraan lamban, tak jelas,  kadang-kadang cadel serta banyak merokok.
·         Ke dapatan membawa zat atau membujuk teman untuk memakai.
Upaya Pencegahan Narkoba
Upaya pencegahan meliputi 3 hal :
1.     Pencegahan primer :
Mengenali remaja resiko tinggi penyalahgunaan NAPZA dan melakukan intervensi.
Upaya ini terutama dilakukan untuk mengenali remaja yang mempunyai resiko tinggi untuk menyalahgunakan NAPZA, setelah itu melakukan intervensi terhadap mereka agar tidak menggunakan NAPZA.
Upaya pencegahan ini dilakukan sejak anak berusia dini, agar faktor yang dapat menghabat proses tumbuh kembang anak dapat diatasi dengan baik.
2.    Pencegahan Sekunder :
mengobati dan intervensi agar tidak lagi menggunakan NAPZA.
3.    Pencegahan Tersier :
merehabilitasi penyalahgunaan NAPZA.
Yang dapat dilakukan di lingkungan keluarga untuk mencegah penyalahgunaan NAPZA :
1.  Mengasuh anak dengan baik :
-  Penuh kasih sayang
-  Penanaman disiplin yang baik
-  Ajarkan membedakan yang baik dan buruk
-  Mengembangkan kemandirian, memberi kebebasan bertanggung jawab
-  Mengembangkan harga diri anak, menghargai jika berbuat baik atau mencapai prestasi tertentu.
2.  Ciptakan suasana yang hangat dan bersahabat
Hal ini membuat anak rindu untuk pulang ke rumah.
3. Meluangkan waktu untuk kebersamaan.
4. Orang tua menjadi contoh yang baik.
Orang tua yang merokok akan menjadi contoh yang tidak baik bagi anak.
5. Kembangkan komunikasi yang baik
Komunikasi dua arah, bersikap terbuka dan jujur, mendengarkan dan menghormati pendapat anak.
6. Memperkuat kehidupan beragama.
Yang diutamakan bukan hanya ritual keagamaan, melainkan memperkuat nilai moral yang terkandung dalam agama dan menerapkannya dalam kehidupan sehari – hari.
7. Orang tua memahami masalah penyalahgunaan NAPZA agar dapat berdiskusi dengan anak
Yang dilakukan di lingkungan sekolah untuk pencegahan penyalahgunaan NAPZA :
1.     Upaya terhadap siswa :
· Memberikan pendidikan kepada siswa tentang bahaya dan akibat penyalahgunaan NAPZA.
· Melibatkan siswa dalam perencanaan pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan NAPZA di sekolah.
· Membentuk citra diri yang positif dan mengembangkan ketrampilan yang positif untuk tetap menghidari dari pemakaian NAPZA dan merokok.
· Menyediakan pilihan kegiatan yang bermakna bagi siswa ( ekstrakurikuler ).
· Meningkatkan kegiatan bimbingan konseling.Membantu siswa yang telah menyalahgunakan NAPZA untuk bisa menghentikannya.
· Penerapan kehidupan beragama dalam kegiatan sehari – hari.

2.    Upaya untuk mencegah peredaran NAPZA di sekolah :
· Razia dengan cara sidak
· Melarang orang yang tidak berkepentingan untuk masuk lingkungan sekolah
· Melarang siswa ke luar sekolah pada jam pelajaran tanpa ijin guru
· Membina kerjasama yang baik dengan berbagai pihak.
· Meningkatkan pengawasan sejak anak itu datang sampai dengan pulang sekolah.

3.    Upaya Untuk Membina Lingkungan Sekolah :
· Menciptakan suasana lingkungan sekolah yang sehat dengan membina huibungan yang harmonis antara pendidik dan anak didik.
· Mengupayakan kehadiran guru secara teratur di sekolah
· Sikap keteladanan guru amat penting
· Meningkatkan pengawasan anak sejak masuk sampai pulang sekolah.
Yang dilakukan di lingkungan masyarakat untuk mencegah penyalahguanaan NAPZA:
1. Menumbuhkan perasaan kebersamaan di daerah tempat tinggal, sehingga masalah yang terjadi di lingkungan dapat diselesaikan secara bersama- sama.
2. Memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang penyalahguanaan NAPZA sehingga masyarakat dapat menyadarinya.
3. Memberikan penyuluhan tentang hukum yang berkaitan dengan NAPZA.
4. Melibatkan semua unsur dalam masyarakat dalam melaksanakan pencegahan dan penanggulangan penyalahguanaan NAPZA.













BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
            Dalam perkembangan remaja sangat rentang terhadap pengaruh lingkungan. lingkungan sosial budaya yang tidak positif merupakan faktor resiko bagi remaja untuk terjebak dalam perilaku tidak sehat misalnya merokok, minum-minuman keras penggunaan narkoba seks pranikah  tawuran tindakan kriminal semua perilaku remaja yang dianggap menyimpang ini sangat beresiko terhadap kesehatan  dan  keselamatan meraka bukan hanya masalah dari fisik biologis mereka melainkan dari lingkungan oleh sebab itu banyak remaja yang tidak mampu mengatasi masalahnya tersebut. Jadi, dalam menghadapi keadaan seperti kita harus selektif dalam memilih teman dan menghindari ingkungan yang tidak baika  Dan oleh sebab itu, tindakan kita sebagai tenaga kesehatan harus mampu mengatasi masalah kesehatan remaja dan meyarankan kepada remaja dengan melakukan promosi kesehatan, bimbingan konseling agar remaja menyadari betapa pentingnya kesehatan dalam dirinya sendiri.

3.2  SARAN
            Dalam  menghadapi perkembangan zaman seperti ini kita sebagai tenaga kesehatan  harus mampu memberikan contoh yang baik kepada remaja, dan dapat menjadi teman atau sahabat yang baik bagi remaja dalam memberikan dorongan agar remaja tidak melakukan penyimpangan yang dapat merusak masa depan mereka.





DAFTAR PUSTAKA

Ananto , Purnomo.dkk. 2004. Pedoman Pelatihan Dan Modul Pendidikan Kecakapan Hidup ( Life Skills Education). Jakarta : Pusat Pengembangan Kualitas Jasmani Departemen Pendidikan Nasional
Departemen Kesehatan RI.1993. Pedoman Pelatihan Kader Kesehatan Remaja Di Sekolah Tingkat Lanjut.Jakarta : Departemen Kesehatan.
Tim Penulis Poltekkes Depkes.2010. Kesehatan Remaja Problem Dan Solusinya. Jakarta: Salemba medika.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar